Dalam bacaan pertama, kita mendengar kisah pengalaman umat Israel di padang gurun. Mereka letih, lapar, haus, dan merasa muak dengan perjalanan yang panjang. Mereka marah kepada Tuhan dan Musa. Karena ketegaran hati mereka, Tuhan menghukum mereka dengan menghadirkan ular tedung, namun Tuhan sekaligus menyediakan jalan keselamatan: ular tembaga yang ditinggikan di tiang. Barangsiapa yang memandang ular tembaga itu, walau dipagut, akan tetap hidup. Ular tembaga itu bukanlah jimat, bukan juga sekadar benda ajaib. Tetapi ia menjadi tanda iman. Siapa yang memandangnya akan memperoleh kesembuhan. Itulah yang terjadi pada diri orang Israel waktu itu. Itu berarti salib sudah menjadi tanda iman, harapan dan kekuatan baru bagi yang percaya. See more